Ada rekan saya
yang meragukan keberadaan Tuhan,
bertanya
Mar, bagaimana jika setelah kamu
capai-capai menuruti aturan kebaikan
karena kecintaanmu kepada Tuhan,
ternyata nanti terbukti bahwa Tuhan tidak ada?
Satu,
kamu boleh mengatakan Tuhan itu tidak ada,
jika kamu mengetahui.
Karena, jika kamu mengetahui,
kamu juga tahu Tuhan itu ada.
Dua,
seandainya apa pun,
menjadi jiwa yang baik itu tetap indah.
Seorang yang negatif
dan hatinya penuh keluhan,
saat dihentikan oleh lampu lalu lintas,
akan mengatakan:
“Wah, saya dapat lampu merah,
terpaksa berhenti deh!
Bisa telat kalau begini terus.”
Seorang yang positif
dan hatinya penuh doa,
saat dihentikan oleh lampu lalu lintas,
akan mengatakan:
“Wah, sayang ya?
saya kehilangan lampu hijau.
Mudah-mudahan di perempatan
berikutnya
saya dapat lampu hijau.”
Engkau yang digalaukan
dengan tak jelasnya jaminan
bagi masa depanmu,
sesungguhnya,
Tuhan Yang Maha Penyayang
dan Maha Kaya itu
akan menyelamatkan mu
jika engkau hidup dan bekerja
dengan cara yang pantas
bagi jiwa yang direncanakan
untuk hidup damai, sejahtera,
dan berbahagia.
Ingatlah ini,
Harapan baik
pada pribadi penuh syukur
yang sedang bekerja keras
adalah
kekuatan pengubah rencana langit.
Di saat-saat awal
dari percintaan,
sepasang pria dan wanita
menemukan keindahan
dengan
MEMANDANGI SATU SAMA LAIN.
Setelah beberapa saat,
mereka mulai melihat
sumber kekecewaan pada diri
satu sama lain.
Dan mulailah kenyataan
yang tak pernah terbayang itu
menguat dan menggalaukan hati
masing-masing.
Padahal,
mereka akan dibahagiakan
jika mereka saling mengasihi
dan bersama-sama
MEMANDANG KE MASA DEPAN.
Setiap saat,
sebetulnya engkau
sedang membangun kenangan
bagi masa depanmu.
Jika hatimu penuh kemarahan
hari ini, masa depanmu akan
penuh penyesalan.
Masa depanmu itu
akan penuh kenangan indah,
jika hari ini engkau menjadi
pengasih dan pembahagia
keluarga dan sahabatmu.
Damaikanlah dirimu.
Janganlah menuntut
pembahagiaanmu dari orang lain.
Engkau jiwa kecintaan Tuhan.
Berharaplah hanya kepada-Nya.
Kesabaran bukanlah sifat,
tetapi sebuah akibat.
Jika Anda sepenuhnya menyadari
kerugian yang bisa disebabkan
oleh reaksi yang ceroboh dan
berlebihan dalam kemarahan,
Anda bisa menjadi berhati-hati
dalam bereaksi terhadap apa pun
yang membuat Anda merasa marah.
Kehati-hatian dalam bereaksi
terhadap yang membuat Anda marah itulah
yang menjadikan Anda tampil sabar.
Sabar adalah biaya kebahagiaan.
Orang yang malas,
sebetulnya berumur pendek
walau dia meninggal di usia 100 tahun,
karena hidupnya hampa dari
manfaat bagi diri dan sesamanya.
Orang yang rajin,
sesungguhnya berumur panjang
walau dia meninggal di usia muda,
karena hidupnya penuh dengan
kebaikan yang diwarisi oleh
keturunan dan penerusnya.
Kebaikan adalah pemanjang usia,
dan penebus rumah kita di surga
setelah urusan dunia kita selesai.
Berbahagialah pribadi
yang patuh kepada pikiran dan perilaku yang baik,
yang mendamaikan keluarga dan sesamanya,
yang jujur dan amanah, yang mengembalikan
semua keberhasilannya kepada ijin Tuhan,
dan menerima semua kesulitannya
sebagai cara Tuhan untuk menaikkan
kelas pribadi dan kehidupannya.
Sesungguhnya,
kesabaran adalah kesetiaan
untuk tetap meyakini maksud baik Tuhan.
Pikiran yang tidak bersih,
menjauhkan ide dan inspirasi baik.
Hati yang gemar keburukan,
menjauhkan kedamaian dan ilham.
Perilaku yang tidak lurus,
menjauhkan penilaian baik.
Sehingga,
Pikiran, hati, dan perilaku
yang tidak baik
adalah pelemah kehidupan
dan pembatal kebahagiaan.
Dan yang ini dijamin oleh Tuhan:
Pikiran, hati, dan perilaku yang baik
adalah pemantas bagi dikabulkannya semua doa.
Pilunya hati dari orang yang sedang jatuh cinta,
adalah karena akutnya keinginan untuk diinginkan.
Jika ternyata dia tidak diinginkan
hatinya akan tenggelam
dalam perasaan terbuang.
Sesungguhnya yang dibutuhkan
adalah rasa hormat kepada diri sendiri
yang lebih sehat, yang tidak menggantungkan
kebahagiaan kepada persetujuan orang lain.
Cinta itu indah
jika tidak, ia juga tidak akan se-menyiksa itu.
Sebagian orang yang marah
dan menuntut haknya dengan anarkis,
adalah justru orang yang haknya
telah dicabut.
Yang kita sebut sebagai ‘hak’ itu,
menjadi hak kita,
jika kita memenuhi syarat baginya.
Orang yang tidak memenuhi syarat,
akan dicabut haknya.
Seperti,
Hak untuk orang yang rajin dan jujur,
dibatalkan dari mereka yang malas
dan tidak jujur.
Maka, untuk setiap hak Anda,
penuhilah syaratnya.
Mencintai satu jiwa
karena kualitas dan kelebihannya
adalah sesuatu yang wajar dan
mudah untuk dilakukan.
Tetapi,
Mencintai karena kekurangan
dan kelemahan seseorang,
itu bukan kemampuan dari jiwa-jiwa biasa.
Tuhan mencintai kita
bukan karena kita sempurna
tetapi karena kita menyerahkan diri
bersama semua kekurangan kita.
Hanya Tuhan,
yang mampu sepenuhnya mencintai kita
beserta semua kelemahan kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar